Header Ads

Masyarakat Pal Jaya resah

TARUMAJAYA wajahbekasi.com-Pemasangan cerucug bambu yang membentang di kali Paljaya Desa Segarajaya kecamatan Tarumajaya kabupaten Bekasi membuat sejumlah masyarakat Paljaya resah dan bingung,jum’at(30/7).
Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat terkait pembangunan pusat restorasi tersebut membuat masyarakat terkejut akses yang sering kami lalui untuk melaut dan akses yang menghubungkan antara kampung paljaya dan kampung sembilangan Desa Samudra jaya banyak terpasang baro bambu dan hanya bisa dilaui oleh satu perahu saja,kata kong marta(48) sala satu Tokoh masyarakat di kampung Paljaya.
Selain baro bambu yang sudah tertanam di kali paljaya,didaratan juga ada puluhan pakubumi yg siap ditanam.
Menurutnya kami tidak menghambat pembangunan,tetapi harus ada sosialisai kepada masyarakat dari pihak-pihak terkait pembangunan pusat restorasi.
Terpisah, Agus(32), Ketua Pokmaswas PPI Paljaya kepada wajahbekasi.com membenarkan akan dibangunnya Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan di PPI Paljaya.

panjang jembatan yang akan dibangun sekitar 130meter, diameter lebar 2 meter, dan proyek PRPM ini tidak menghambat laju perekonomian para nelayan yang ada di PPI Paljaya, karena jembatan yang akan di bangun mempunyai bentuk melengkung, dimana lengkungan itu untuk akses jalan para nelayan yang selama ini digunakan,tegasnya sambil sambil menunjukan gambar rencana pembangunan kepada wajahbekasi.com
.
Dia menambahkan, untuk lebar serta tinggi dari jembatan tersebut, masing-masing lima meter, jadi perahu besar dan kecil bisa melewatinya,sehingga tidak mengganggu akses jalan nelayan yang melaut dalam mencari ikan dilaut,”ungkapnya (INAS)