Header Ads

Gerakan Moral minta akses ke curug parigi di buka

Bekasi Selatan – wajah bekasi Ditutupnya akses menuju Curug Parigi oleh pihak swasta sungguh mengecewakan banyak pihak yang ingin melihat keindahannya terutama para pelestari sejarah dan budaya yang tergabung di Gerakan Moral Bekasi Raya.

Dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tak hanya diam terkait hal ini. Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu angkat bicara Sebagai orang yang telah mengunjungi Curug Parigi, beliau menyayangkan ditutupnya akses jalan tersebut. Selanjutnya ia meminta pihak terkait untuk membuatkan akses jalan menuju tempat destinasi wisata Bekasi itu, Senin (31/8). “Secara lahan tanah milik swasta saya minta BPLH untuk menyelamatkan itu, terkait akses  nanti bisa dibebaskan lahan sebagian untuk akses masuk sana,” ujar Ahmad Syaikhu.

Rencananya Pemkot Bekasi akan membebaskan lahan untuk akses jalan menuju Curug Parigi. Selain itu, pembebasan lahan itu untuk tempat usaha masyarakat sekitar. “Nanti berapa ribu meter mungkin akan di bebaskan,” paparnya.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi akan melakukan pertemuan dengan pihak swasta pemilik lahan terkait pembebasan tanah untuk akses jalan pengunjung Curug Parigi. “Saya minta ke BPLH untuk melakukan pembicaraan awal kepada pihak swasta supaya ada akses menuju sana,” paparnya.

Terpisah ketua Gerakan Moral pelestari seni dan silat budaya bekasi Mardani mengatakan " ini sebagian kecil tempat peninggalan sejarah bekasi yang akan hilang sebelum- sebelumnya sudah banyak peninggalan sejarah bekasi yang hilang, belom lagi nama kampung yang sudah banyak hilang akibat keteledoran dan kaga engoh nya pemerintahan menyelamatkan aset sejarah bekasi, saya yakin kalo di diemin begini dua tahun kedepan nama bekasi bakal di ganti juga dengan nama berbau barat- baratan " sambil mengakhiri pembicaraan dengan rekan media .(red)