Header Ads

FPAK DESAK RAHMAT EFENDI DI TANGKAP

WAJAH BEKASI, Kota Bekasi -Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Pemuda Anti Korupsi (FPAK) melakukan aksi demontrasi kegedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Hanya satu tuntutan mereka sampaikan, mendesak KPK agar segera menangkap Rahmat Effendi, yang kini menjabat sebagai Walikota Bekasi.

"Tangkap Pepen (Rahmat Effendi, red) pencuri uang rakyat," ujar salah seorang peserta aksi dalam oratornya di pintu depan pagar masuk KPK.

Menurut koordinator Aksi FPAK Jufri, pada aksi ini berjumlah 500 orang pendemo, kata dia, Rahmat Effendi tidak layak memimpin Kota Bekasi karena dianggap memiliki persoalan. Mulai dari masalah indikasi Geratifikasi MK Sengketa Pilkada 2011-2016 lalu, Korupsi APBD 2009-2010 pada saat menjabat Wakil Walikota Bekasi, SK Penunjukan langsung SKK Migas tidak sesuai mekanisme yang diatur oleh negara.

"Tolong Bapak-bapak KPK segera bertindak demi menyelamatkan Kota Bekasi kedepan," tukasnya.

Warga Kota Bekasi demo ke KPK sebenarnya bukan baru kali ini. Sebetulnya, saat Rahmat Effendi menjabat sebagai Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi mereka juga gencar menggelar aksi. Tuntutannya juga satu yaitu agar menahan dan menangkap Pepen agar ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Aksi damai pemuda Kota Bekasi yang juga ramai diikuti Pemuda Ansor sekitar pukul 10.00 WIB, cukup mendapat perhatian masyarakat yang lalu lalang di depan gedung KPK, di Jalan HR Rasuna. Said. Karena selain berorasi, uneg-uneg juga disampaikan melalui nyanyian.

"Dengan aksi ini kita berharap akan menggerakan hati Pimpinan KPK untuk bertindak," harapnya

Massa FPAK juga menuding, bahwa berbagai kasus mega korupsi alias korupsi kakap di Pemerintahan Kota Bekasi selama ini sulit diungkap dan koruptornya dipenjarakan. Karena Kejaksaan Negeri Kota Bekasi banci dan tak punya nyali.

"Kejaksaan Negeri Kota Bekasi selama ini hanya berani memeriksa dan menjadikan koruptor tersangka, sebatas para pejabat yang menduduki jabatan Kepala Seksi alias Kasie (Eselon 3, red). Sedangkan yang selama ini terlibat korupsi kaka Kejari Kota Bekasi banci dan punya nyali," terangnya.

Padahal, jelas-jelas para pejabat tersebut ada yang diduga korupsi alias mega korupsi di Pemerintah Kota Bekasi. Akibatnya, korupsi di Kota Bekasi sekarang ini, sudah begitu menggurita. Menurutnya, dalam hal ini KPK akan segera bertindak langsung.

"KPK akan bertindak secepatnya mungkin, mereka merasa terbantu atas aksi dan informasi yang kami sampaikan," tuturnya.

Sebagai warga Kota Bekasi, sambung Jufri, ingin wilayahnya. Bersih dari tindakan-tindakan yang merugikannegara. "Kami tidak ingin Kota Bekasi ini di pimpin oleh para koruptor yang merugikan negara," pungkasnya.(RED)