Header Ads

MARAK BANGUNAN TAK BERIZIN DI BABELAN



BABELAN wajahbekasi.com-Sejumlah bangunan tempat usaha permanen diatas lahan Tanah Kas Desa (TKD) Ciledug yang berada di Desa Babelan Kota, yang tidak berizin marak di wilayah Kecamatan Babelan, dikomplain warga.
Seperti halnya bangunan yang berada di jalan raya pertamina kali kopeng Rt23/3, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, dimana sebagian warga sekitar resah, lantaran bangunan seluas kurang lebih 1000 meter persegi di atas lahan TKD Ciledug itu dijadikan agen gas elpiji dan menampung ratusan tabung gas berbagai ukuran.
Sementara, Edy Da'ing Ketua LSM Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) dan juga salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan bangunan agen elpiji tersebut kepada wajah bekasi mengatakan, bahwa dari awal kami warga sekitar tidak pernah menandatangani izin apapun terkait usaha itu.
"Sudah beberapa tahun agen ini menjalankan usahanya, dari awal saya dan warga sekitar lainnya tidak pernah menandatangani izin pembangunan dan penampungan gas elpiji berbagai ukuran, "ujarnya Minggu (26/7).
Menurutnya, bahwa lahan yang digunakan untuk bangunan penampungan gas elpiji tersebut berdiri di atas lahan TKD. Sehingga sangat tidak mungkin bangunan tersebut mempunyai izin.
"Yang saya tahu sebagian besar tanah disini adalah TKD, dan kami menduga bangunan permanen agen gas elpiji tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan, "terangnya.
Dia menambahkan, dalam waktu dekat kami akan menyurati pihak terkait, tentunya untuk menanyakan tentang perizinan baik bangunan maupun usaha yang digeluti beberapa tahun belakangan ini.
"Dalam waktu dekat kami akan menyurati pemilik usaha agen gas elpiji itu, pihak Desa Babelan Kota dalam hal ini trantib desa, dan Mantri Polisi (MP) Kecamatan Babelan sebagai penegak perda, serta pemerintahan Kabupaten Bekasi dalam hal ini BPMPPT, "tuturnya.Dan kalau memang semua izin tersebut tidak ada, kami minta kepada Satpol PP Kabupaten Bekasi dalam hal ini Kasi penindakan segera menyegel bangunan tersebut.
"Bangunan tersebut harus di segel oleh pemkab bekasi yang dinaungi oleh kasi penindakan  Satpol PP Kabupaten Bekasi, apabila bangunan tersebut tidak berizin, "tegasnya.
Dia menambahkan, kalau tidak segera ditindak, dikhawatirkan akan berdampak negatif untuk warga sekitar.
"Kami warga merasa khawatir, penampungan gas elpiji mengalami bocor dan meledak, "ungkapnya.
Terpisah, Pateh Budiana, Ketua Rt23/3, mengaku bahwa usaha gas elpiji yang ada di wilayahnya belum berizin, karena pemilik belum pernah membuat laporan usahanya ke ketua lingkungan.
"Pemilik usaha gas elpiji yang ada di lingkungan saya,  belum pernah membuat laporan terkait usahanya, apalagi izin lingkungan sekitar, "ujarnya.
Eko, yang disebut-sebut sebagai pemilik bangunan agen gas elpiji EKSA GAS, ketika ditemui bekasitoday tidak berada di tempat, usahanya pun terlihat tutup.
Pantauan bekasitoday bahwa menjamurnya bangunan permanen untuk usaha yang tidak berizin diduga lantaran adanya pembiaran dari pemerintah terkait, ataukah pemerintah sudah "ditutupi" oleh pelaku usaha.(red)