Header Ads

707 Penghuni Lapas Kelas II A Bulak Kapal, Kota Bekasi mendapatkan remisi khusus

Wajah Bekasi, Bekasi Timur – 707 Penghuni Lapas Kelas II A Bulak Kapal, Kota Bekasi mendapatkan remisi khusus dalam hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah. Penetapan remisi tersebut berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan Ham RI Nomor : W.11-2200 PK.01.01.02 tahun 2015 tanggal 9 Juli 2015 terdiri dari remisi khusus 1 yaitu mereka yang masih menjalani hukuman pidana.
Mereka yang mendapatkan remisi khusus 1 ini terbagi menjadi remisi khusus selama 2 bulan yang menerima sebanyak 2 orang warga binaan. Dan remisi khusus yang waktunya 1 bulan 15 hari diterima oleh 3 orang warga binaan. Sementara untuk Remisi Khusus dengan lamanya 1 bulan yang menerima sebanyak 372 orang warga binaan, sedangkan remisi khusus yang waktunya 15 hari sebanyak 318 orang.
“Untuk total remisi khusus 1 kategori masih menjalani hukuman pidana adalah sebanyak 695 warga binaan,” ucap Kepala Lapas Bulak Kapal Waskito.
Sementara warga binaan yang mendapatkan remisi khusus 2, kata Waskito, yakni langsung bebas pada tanggal 17 Juli 2015 ini terbagi menjadi remisi khusus yang lamanya 1 bulan diberikan kepada 9 orang warga binaan, sedangkan untuk remisi khusus dengan waktu 15 hari adalah 3 orang warga binaan, dan total penerima remisi khusus 2 adalah 12 orang warga binaan.
Dan untuk keseluruhan penerima remisi baik khusus 1 maupun remisi khusus 2 sebanyak 707 orang warga binaan. Dari data sendiri kata Waskito angka penerima remisi tahun 2015 ini menurun dari tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau di tahun 2015 ini jumlah penerima remisi berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan Ham ada 707 warga binaan sedangkan untuk tahun 2014 746 orang warga binaan dan tahun 2013 ada sekitar 869 warga binaan yang menerima remisi Idul Fitri,” papar Waskito.
Sekedar diketahui Lapas Kelas II A Bulak Kapal Bekasi memiliki kapasitas dan daya tampung hany 470 warga binaan. Namun maraknya tindak kriminalitas dan kejahatan di Bekasi isi lapas membludak mencapai 1.807 orang warga binaan jumlah tersebutu terdiri dari 1.173 narapidana dan 634 tahanan, paling banyak warga binaan melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, momen lebaran ini dimanfaatkan keluarga warga binaan untuk berkunjung dan melihat langsung keluarga mereka yang masih berada di lapas. (red)