Header Ads

APARAT DESA KARANG SATRIA TAK TAU ADA PIJET PLUS - PLUS


WAJAH BEKASI - Masyarakat kampung Rawa kalong Desa Karang Satria Kecamatan Tambun Utara resah terhadap semakin menjalarnya rumah - rumah yang diduga dijadikan dalih tempat pijit/urut plus (esek - esek) dan berharap supaya Pemerintah Daerah agar segera mengambil sikap untuk menertibkan.

"Saya sebagai warga pribumi di sini sungguh sangat malu, karena sepanjang jalan kampung Rawa Kalong kabar yang beredar "Panti Pijat itu juga menawarkan jasa protitusi", ujar tokoh masyarakat kampung Rawa Kalong yang tidak mau disebutkan namanya, masyarakat diwilayah sekitar tempat panti pijak esek - esek juga sudah sangat resah, karena dulunya kampung kami ini dikenal sebagai kampung santri, tapi saat ini kampung kami dikenal sebagai kampung prostitusi, kami berharap Pemerintah peduli dengan masalah ini", ungkapnya.

Parjan (Sekdes Desa Karang Satria) mengatakan, "kami sebagai pihak pelayan masyarakat sungguh belum mengetahui masalah ini, karena pada saat mereka melakukan permohonan ijin hanya berupa jasa kesehatan panti pijat, nah kalau kejadiannya seperti ini, kami akan segera mengkroscek kebenaran yang terjadi dan kalau memang terbukti panti pijat tersebut telah menjadi tempat prostitusi, kami akan bertindak tegas, katanya."

Kami memberikan ijin kepada para pengusaha panti pijat tersebut karena izin mereka adalah panti pijat refleksi kesehatan dan sebelum izin disampaikan kepada pihak Pemerintah Desa Karang Satria kami meminta kepada para pengusaha tersebut untuk meminta izin lokasi kepada masyarakat sekitar, kata Ismail (Trantib Desa Karang Satria), dari proses itu maka baru akan diberikan izin Domisili Usaha, kalau memang nantinya terbukti bahwa mereka (para pengusaha panti pijat) tersebut telah menyalah gunakan izin yang diberikan dan terbukti menjadikan wadah usaha mereka menjadi tempat prostitusi,"kami akan menutupnya, tegasnya."

Secara terpisah, Camat kecamatan Tambun Utara (SOPIAN HADI ) mengatakan kepada wajahbekasi.com lewat telepon menerangkan "Saya belum tahu tentang hal itu karena memang belum ada laporannya, nantinya kami coba tanyakan dahulu kepada pihak  Pemerintah Desa terkait masalah ini, kami belum berani mengambil sikap sebelum ada laporan yang benar dari masalah ini dan itu semua kami kembalikan dulu kepada Kepala Desanya", ujarnya.

Dalam pantauan wajahbekasi.com , sepanjang jalan dari tugu Rawa Kalong sampai dengan jembatan gerbang perumahan Bumi Anggrek tempat praktek panti pijat esek - esek tersebut setidaknya sudah ada sekitar 7 tempat di lokasi tersebut. (red)