Header Ads

KARINDING CIRI KHAS ANAK MUDA

Wajah Bekasi - satu alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul dengan mempergunakan jari tengah, serta mulut sebagai wadah gemanya (resonator). Pada zaman dahulu, Karinding dimainkan di tempat-tempat yang sepi oleh pria atau wanita untuk menghibur diri sendiri. Menurut Mulya Dharma Kartawijaya (34), alat musik Karinding ini dikenal di daerah lain seperti Jawa Tengah, Karinding disebut dengan Rinding, di Bali disebut Genggong, di Sumba (NTT) disebut Dunga, Druri di Nias (Sumut) Vicon di Irian Jaya (Papua). Sedangkan dalam istilah asing (Inggris) waditra ini disebut dengan Jew’s harp (kecapi mulut). “Karinding bisa disebut juga kecapi mulut,” kata Lepay sapaan akrab Mulya Dharma Kartawijaya pemain Karinding asal Bekasi ini saat berbincang dengan Wajah Bekasi di Gedung Juang, Tambun Selatan, Jumat (19/6/2015). Alat musik ini, kata Lepay, merupakan sebuah alat musik yang mempunyai peranan penting di kalangan masyarakat tertentu, terutama di kalangan kaula muda sebagai media komunikasi di kala mereka berkunjung ke rumah salah seorang gadis idamannya. “Alat musik ini dulu sering dimainkan oleh kaula muda, sebagai salah satu media komunikasi untuk berkunjung ke rumah gadis idamannya,” kata dia dengan malu. Dijelaskannya, Karinding ini biasanya dibuat dari bahan sembilu bambu atau dari pelepah dahan nira (enau) yang berbentuk empat persegi panjang. “Bahan utama pembuatan Karinding itu bambu atan pelepah dahan nira,” jelasnya. Untuk membunyikannya, kata dia, dengan cara didekatkan pada mulut, lalu dipukul dengan jari telunjuk. Sedangkan rongga mulut membantu volume udara untuk mengatur nada-nada lagu. “Kalau cara memainkan alat ini ditempelkan pada mulut, lalu dipukul-pukul dengan jari telunjuk, dan mulut membantu volume udara untuk mengatur nada-nada lagu yang dibawakan,” paparnya. Namun, pada sekarang ini Karinding sudah banyak dimainkan oleh band-band anak muda, khususnya aliran entnik dan akustik. Iramanya yang sarat akan pesan, menambah kesyahduan aliran musik tersebut. Lepay mengaku, sudah empat tahun menggunakan Karinding dalam penampilannya bersama Wajah Band. “Empat tahun sudah saya membawakan alat musik Karinding pada saat manggung bersama Wajah Band,” katanya. Selain itu, kata Lepay, dia juga sudah menguasai tiga jenis Karinding. “Karinding pukul, Karinding toel, Karinding genggong, ketiganya sudah saya kuasai,” ungkap dia dengan bangga. [Red]