Header Ads

GROUP MUSIC PURBALINGGA RAMAIKAN CFD BEKASI

 Kota Bekasi  Wajahbekasi.com - melihat belasan orang berpakaian hitam-hitam mendendangkan nada yang akrab di telinga mereka, namun tidak mengetahui nama jenis musik dan alat musik, kecuali angklung yang memang sudah akrab. Para pemusik dengan setelan hitam-hitam tersebut ternyata berasal dari grup musik bernama Pandawa yang merupakan kependekan dari paduan nada dan suara.
“Kita semua perantau asal Purbalingga yang melestarikan kesenian thek-thek atau di sini biasa disebut kentongan. Anggota kita total ada 20 orang dan semua punya aktivitas masing-masing di luar Pandawa. Ada yang kerja di Tanggerang, Jakarta, Cikarangg,” ungkap Eno yang juga bermain angklung horizontal kepada wajahbekasi.com, Minggu (14/6).
Instrumen dalam musik thek-thek meliputi angklung, baik vertikal maupun horizontal. Lalu sebuah alat musik bersenar yang dimainkan dengan cara digesek bernama gret, selanjutnya tam-tam, kentongan dan bas. Musik yang dimainkan bervariasi, mulai musik dangdut, musik tradisional, musik religi sampai ke musik raggae.
Untuk Ramadhan tahun ini, Pandawa sedang giat mencari dana untuk anak yatim. Setiap tahunnya dari paguyuban selalu diadakan program mudik gratis untuk perantau Purbalingga dengan syarat bisa menunjukkan KTP Purbalingga. Tahun lalu sebanyak 10 bus mengantar lima ratusan orang lebih ke kampung halamannya. Lewat paguyuban, Pandawa menargetkan membantu anak yatim satu kecamatan di Purbalingga setiap tahunnya. Dana yang mereka kumpulkan lewat mengamen akan diserahkan kepada anak yatim pada halal bi halal. (red)