Header Ads

Biadab, Paman Perkosa Bocah Keponakanya Yang Sudah Yatim Piatu



poto ilustrasi
SUKATANI- Wajah Bekasi , Masyarakat Kampung Srengseng Kali Abang Desa Sukamulya sangat geram terhadap pelaku dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh BL (Balap Loren) (30) yang berprofesi sebagai supir angkot terhadap keponakanya sendiri DZ (Dina Zulianti) yang masih berusia 9 Tahun anak yang baru duduk kelas IV SD disalah satu SD negeri Di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani.

Ketua BPD Sukamulya, Beni Maulana Yusup Pribadi, mengutuk keras tindakan pelaku dan meminta polisi mengusut tuntas kelakuan biadab tersebut, sehingga dapat dihukum seberat-beratnya kalau perlu dihukum mati, karena diduga pelaku tunggal adalah pamannya sendiri suami dari bibinya.

"Biadab memang itu orang, bukan melindungi keponakanya yang berstatus anak yatim piatu malah dengan bejat melakukan hal senonoh kepada korban yang,  kami berharap atas nama masyarakat dan keluarga, agar polisi secepatnya memproses kasus tersebut agar pelaku dapat di hukum setimpal, karena hal ini sudah membuat resah masyarakat,"ungkapnya.

Menurut Beni, Kejadian tersebut diduga sudah lama terjadi dirumah kediaman Neneknya Korban di Kampung Srengseng TKP RT 01 RW 05, Desa Sukamulya dan bahkan di duga pelaku bukan sekali saja melakukan tindakan biadab itu kepada korban, Dan menurut pengakuan keluarga korban sempat beberapa kali Korban mengadu namun awalnya tidak direspon, namun lama-kelamaan keluarga curiga saat korban mau buang air kecil teriak sakit dan saat diperiksa pada alat kemaluanya mengeluarkan darah.

"Dari situlah keluarga korban yang lain Mulai curiga dan melaporkan kepada RT dan selanjutnya kedesa, bahkan pelaku yang disebutkan korban adalah suami dari bibinya sendiri akhirnya dipanggil dan ditanya oleh Pak Lurah di kantor desa, namun tidak mengaku, dan bahkan warga sudah semakin banyak berdatangan, sehingga untuk hindari amuk massa, maka yang pelaku dibawa ke Polsek Sukatani dan selanjutnya dilimpahkan ke Polresta Bekasi,"terangnya.


Bahkan Menurut Beni, Keluarga korban yang dibantu aparat desa setelah kejadian tersebut dan sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib juga melakukan Visum terhadap kondisi kemaluan korban.

"Dari hasil visum menyatakan bahwa memang alat kelaminya ada yang robek,"katanya.
Menurut Beni, Korban kini masih duduk kelas IV SD di salah satu SD Negeri di Desa Sukamulya, dan sejak ditinggal kedua orangtuanya (ibu Sinah alm dan Jajang alm), yang meninggal dunia disaat korban masih bayi, kini 

korban yang selama ini tinggal bersama neneknya yang bernama Sarmah (60) dan sehari-hari korban usai sekolah suka ikut dagang sayuran sama neneknya.(red)