Header Ads



 WAJAH BEKASI , Cikarang Pusat : Rabu,  Juni 2015. Sebanyak 203 Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI)  se-Kabupaten Bekasi, datangi kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, untuk mengadukan nasibnya, lantaran sudah beberapa bulan terakhir dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum juga cair.

Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Bekasi, Tahuri, mengatakan, kami sekolah swasta sangat mengandalkan dana BOS untuk kelangsungan kegiatan belajar mengajar, sementara sudah enam bulan dana BOS belum juga cair.

“Kami sangat mengandalkan dana BOS tersebut untuk kelangsungan kegitan belajar mengajar,“ ujarnya.

Menurut Tahuri, ini terjadi karena adanya perubahan akun secara Nasional dari akun 57 ke akun 52, dan pembahasan tersebut baru selesai pada (8/5) kemarin.

“Terhambatnya pencairan dana BOS karena adanya perubahan akun secara Nasional, dari akun 57 ke akun 52,“ terangnya.

Tahuri menambahkan, untuk guru honor saat ini menggunakan uang tabungan siswa untuk menggaji sejumlah guru honor yang ada, dan situasi itu yang membuat kami bingung, kami berharap dana BOS cepat cair.

“Saat ini kami menggunakan uang tabungan siswa untuk menggaji guru honor, “ ungkapnya.

Terpisah, H.Sobirin, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi ketika ditanya mengatakan, terhambatnya dana BOS dikarenakan proses revisi Nasional dan peralihan akun.

“Ada proses revisi Nasional dan peralihan akun sehingga pencairan dana BOS terhambat,“ jelasnya.

Mungkin ini adalah prosedur pencairan BOS dalam kebijakan yang baru. Dan kita bekerja ingin sesuai dengan aturan.

“Kami ingin bekerja sesuai dengan aturan, dan mungkin ini prosedur baru pencairan dana BOS,“ terangnya.

Kami berharap, kata H.Sobirin, seluruh Kepala MI se-Kabupten Bekasi sesegera mungkin menyerahkan daftar guru-gurunya.

“Karena adanya revisi dan prosedur baru, kami minta agar setiap MI segera mengirimkan data guru-gurunya ke kami,“ ujarnya.

Dan untuk Kepala Seksi Pendidikan MI Kabupaten Bekasi diminta lembur untuk menerima data dari MI yang ada di Kabupaten Bekasi, dan Senin besok diharapkan data tersebut sudah masuk ke tingkat Provinsi Jawabarat untuk mempercepat proses pencairan.

“Diharapkan Senin besok data guru sudah masuk ke tingkat Provinsi Jawabarat, dan kami minta kepada Seksi Pendidikan MI Pemkab Bekasi lembur, untuk menerima data dari MI yang ada,“ tuturnya.

Dana BOS tersebut, masih kata H.Sobirin, akan dicairkan di lima bulan terakhir, mudah-mudahan sesuai rencana Kanwil untuk kewenangan BOS di Kabupaten dan Kota.

“Mudah-mudahan rencana pengelolaan dana BOS di Kabupaten dan Kota yang direncanakan Kanwil segera terwujud,“ katanya.

Disini kami hanya membantu supaya dana BOS bisa segera di cairkan, agar sekolah yang memakai uang tabungan siswa untuk membayar gaji guru honor cepat tergantikan.

“Semoga dana BOS bisa cepat dicairkan, agar MI yang menggunakan uang  tabungan siswa bisa tergantikan,“ ungkapnya.(Red)