Header Ads

DEAF MUSLIM EXPO 2015

wajahbekasi.com, Komunitas Tuna Rungu di Bekasi bersiap untuk menyelenggarakan Deaf Muslim Expo 2015. Deaf Muslim Expo 2015 diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 Mei 2015  mulai pukul  08.30 s/d selesai di Gedung Pertemuan Walikota (Gedung Balai Patriot) Jl. Jenderal Ahmad Yani No.1 Bekasi, Jawa Barat.

Ketua Panitia Kegiatan Deaf Muslim Expo, Ruqi Al Hazmi, ketua pelaksana Deaf Muslim Expo 2015 ini dilahirkan pada 14 Juni 1983. Ia terlahir normal, namun menginjak usia sekitar 9 tahun Ia didiagnosa tuli. Ia mengenal Bahasa Isyarat sejak kecil namun baru menyadari bahwa Bahasa Isyarat memiliki kedudukan yang sama dengan bahasa yang lainnya saat berumur 25 tahun, tepatnya pada tahun 2007 sejak bergabung di komunitas Matahariku Social Volunteer Group (SVG) yang dipimpin oleh Galuh Sukmara, S.Psi, MA yang merupakan founder dari The Little Hijabi Homeschooling. 

Langkahnya dalam memperjuangkan dan mengkampanyekan Bahasa Isyarat dimulai ketika Ia menjabat sebagai Ketua Matahariku Social Volunteer Group (SVG) periode 2007-2009. Selain itu Ia juga tergabung dalam Arbeiter-Samariter-Bund (ASB) sebagai Staff dan Trainer selama 4 bulan. Tak sampai disitu, Guru Seni Teater di The Little Hijabi Homeschooling ini juga pernah berkunjung ke Hongkong sebagai responden dalam rangka pendokumentasian Bahasa Isyarat Jogjakarta. Dengan andilnya sebagai ketua pelaksana Deaf Muslim Expo 2015 ini Ia berharap dapat mengkampanyekan dan memberi kesadaran kepada masyarakat luas tentang hak-hak kaum tuli melalui Bahasa Isyarat.

Dalam Deaf Muslim Expo 2015 yang gratis ini setiap peserta akan memberikan penampilan sesuai dengan bakat yang mereka miliki seperti bermain teater, bernyanyi, melukis maupun desain. Akan ada penampilan teater performance art dengan tema "Lentera yang Tersembunyi" yang akan menghadirkan arti Dewi Yull. Pentas pentunjukkan berjudul "Sepucuk Surat Untuk Tuhan" serta puisi dan lagu-lagu dengan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). 

Dalam Deaf Muslim Expo 2015 panitia mengundang Menteri Pendidikan, Gubernur Jawa Barat, Komunitas Tuli, Para Interpreter, Sekolah Inklusi dan SLB di wilayah Bekasi, Orang Tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus serta Orang Tua/Wali Murid The Little Hijabi Homeschooling tentunya. Sasaran pengunjung dalam expo ini ditargetkan mencapai 500 orang.

Panitia Expo berharap adanya perhatian dari pemerintah dan masyarakat terhadap komunitas diffable/berkebutuhan khusus, membuka lapangan pekerjaan layaknya pegawai lain umumnya, mungkin di pelayanan Puskemas atau rumah sakit. (red)