Header Ads

NAMA KAMPUNG BANYAK HILANG

WAJAH BEKASI : Sabtu, 19April 2015. Hiruk Pikuk pembangunan di Kota Bekasi mejadi salah satu tranding topik dikalangan pegusaha Property. Banyaknya perumahan mewah dari selatan sampai utara dengan nuansa perumahan yang diikuti pembangunan menjadi catatan penting untuk dikaji.

Dalam kaitan tersebut, Darus Kelana (40) , Ketua MAPASI (Masyarakat Peradaban Bekasi salah satu lembaga kajian Budaya yang konsen terhadap kebijakan adat budaya Bekasi menilai, perlu adanya keseragaman konsep penataan dikalangan pengembang di Bekasi, hal itu dilihat dari maraknya perumahan yang menggunakan simbolnya sendiri dengan nama Kota dalam gerbang masuk perumahaan.

Menurut Darus Kelana , Pemerintah tidak tegas terhadap penamaan Kota dalam Kota, bila hal itu dibiarkan maka kedepan nama Bekasi bisa hilang dan tidak banyak masyarakat yang mengetahuinya, belum lagi Bekasi punya nilai sejarah besar dalam perjuangan kemerdekaan.

“Kalau penggunaan nama Kota tidak di imbangi dengan aturan ke depan oleh Pemkot dan Pemkab Bekasi, maka nantinya Bekasi bisa hilang sebagai namanya bahkan tidak hanya itu, nilai-nilai sejarah yang dimiliki pasti pula akan lenyap dengan sendirinya,” Cetus Lelaki Penghobi Tanaman obat dan pencak silat  yang setiap hari menggunakan baju khas bekasi kepada Wajah Bekasi, Minggu (19/4).

Darus menambahkan, seharusnya Pemerintah memiliki aturan terkait penggunaan nama-nama Kota di wilayah  Bekasi oleh para pengembang, atau setidaknya memiliki Perda mengenai penggunaan nama Kota tersebut.dan saya beserta rekan-rekan terus memperjuangkan  sampai titik darah penghabisan (Red)