Header Ads

KENAIKAN BBM UNTUK MENUTUPI INFASTRUKTUR


JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan menyebabkan inflasi. Sejak 28 Maret 2015, BBM jenis premium naik menjadi Rp 7.300/liter sedangkan solar Rp 6.900/liter. 

Sofyan menjelaskan pemerintah saat ini memang terus melakukan evaluasi harga BBM setiap dua kali sebulan. Dengan kebijakan itu, maka sewaktu-waktu harga bisa naik dan juga turun seperti yang sudah terjadi sejak awal tahun. 

Sofyan mengatakan evaluasi rutin harga BBM diperlukan menyusul komitmen pemerintah mencabut subsidi BBM dan mengalokasikannya untuk hal-hal produktif seperti pembangunan infastruktur. 

Dengan melepas harga BBM seusai harga pasar, maka inflasi akan lebih terkontrol, dan kenaikannnya tidak signifikan. Sama seperti negara-negara lain yang kenaikan BBM nya harian mengikuti harga minyak dunia.

“Lain halnya kalau dulu, karena ditahan terlalu lama, begitu dilepas naiknya Rp 2 ribu. Itu langsung memberi implikasi inflasi,” papar Sofyan seperti dilansir situs resmi Setkab. 

Sofyan menjelaskan kenaikan harga BBM kali ini juga ditentukan oleh harga minyak dunia, karena itu adalah harga produk jadi. Selain itu, melemahnya harga rupiah juga patut diperhitungkan, seihngga pada akhirnya harga BBM akan terpengaruh juga.

Pemerintah, tambah Sofyan, tidak melempar masalah penentuan harga BBM ini ke mekanisme pasar, tetapi pemerintahlah yang menetapkan, walaupun basisnya adalah harga keekonomian. Sementara kalau di negara lain, misalnya di Eropa ketika harga minyak dunia turun, mereka tidak ikut menurunkan harga BBM. Sehingga mereka mendapatkan banyak pajak dari BBM.

Ketika ditanya mengapa tidak diumumkan secara resmi oleh Presiden, Sofyan menyebut Menko Perekonomian menjawab karena ini adalah sebuah keputusan.

“Dulu diumumkan secara resmi oleh Presiden karena pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menghilangkan subsidi, tetapi kali ini karena sudah merupakan keputusan, jadi cukup diumumkan oleh Dirjen Migas di Kementerian ESDM,” jelas Sofyan.