Header Ads

AKSI UNJUK RASA BERBUNTUT PANJANG ,DUA KADES DI LAPORKAN



WAJAHBEKASI.COM - Akibat Aksi unjuk rasa terhadap PT. Cikarang Listrindo (CL) Senin (16/02) lalu berbuntut panjang.
Dua kades telah di laporkan ke polresta kabupaten Bekasi oleh pihak PT.CL.
Ada 2 pasal: 167 n 335 kuhp. Yaitu : masuk tanpa ijin dan perbuatan yang tidak menyenangkan karena ada ancaman2 ke pihak PT.CL.
Dari pihak PT.CL  japi gosal mengatakan pihaknya telah dirugikan.oleh para aksih demo.kerugian yang di rasakan oleh PT.CL ratusan juta per hari nya Kerugian inmaterialnya hampir mencapai 500jt.
.sementara Dari 1 kontraktor (truba) ada 105 pekerja lokal.
Dan para kontraktor tetap mengklaim/meminta bayaran pekerjaan perharinya.
Bayangkan berapah kerugian yg di derita oleh CL akibat aksi dari karang taruna dan kades.
Karna mereka ikut masuk ke dalam proyek PT.CL dan melakukan aksi sweping para pekerja. Sementara CL adalah ovitnas (obyek vitas nasional) tururnya."
Dua dari tiga Kepala Desa tersebut, yakni Kepala Desa Buni Bakti Dayatulloh dan Kepala Desa Muara Bakti Asmawi, oleh PT. CL dilapor ke Polresta Bekasi Kabupaten pada Rabu (18/02) kemarin, karena dianggap sebagai motor aksi unjuk rasa. Hal itu dibenarkan bagian legal government relation and community development PT. Cikarang Listrindo (CL), Anes. Dia mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan warga tiga desa pada Senin lalu tidak memiliki izin dan cenderung merupakan aksi yang provokatif dan mengarah ke tindakan anarkis. pihak CL akan masukin LP ke Polresta Kabupaten Bekasi,” kata Anes kepada media, melalui telepon selularnya, Dijelaskan Anes, berdasarkan laporan nomor: Lp/143/K/II/2015/SPL/Resta Bekasi, dua Kepala Desa tersebut dilaporkan terkait perbuatan yang
tidak menyenangkan yakni Pasal 335KUHP, dan masuk ke dalam perusahaan tanpa izin Pasal 167 KUHP. Sementara itu, Kepala Desa Buni Bakti Dayatulloh, mengatakan, bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan warganya bersama warga dari dua desa lain adalah murni aksi spontanitas warga yang meminta kejelasan terkait beberapa usulan yang sudah lama disampaikan kepada PT.
Cikarang Listrindo (CL)
Aksi yang dilakukan pada Senin kemarin, menurutnya, bukan aksi demo yang direncanakan atau disetting sedemikian rupa dengan mengerahkan banyak masa.
“Itu hanya aksi spontanitas warga yang meminta kejelasan saja. Mereka datang ke rumah saya minta bareng-bareng datang ke PT. CL, ya saya bilang siap,” ujar Dayatulloh saat dikonfirmasi MEDIA,Rabu  (18/02) malam.
Dikatakannya, lantaran aksi spontanitas warga, dirinya hanya memberikan informasi lewat lisan kepada pihak keamanan, seperti Babinsa dan Polsek Babelan. Makanya ketika warga mulai masuk ke lokasi PT. CL, kata dia, pihak keamanan pun berada di lokasi tersebut. Disinggung soal dirinya telah dilaporkan ke Polresta Bekasi, Dayatulloh mengatakan itu hak prerogative PT. CL. Pihaknya mengakui aksi kemarin secara legal formal memang salah. Namun begitu, kata dia, semua pihak harus berfikir bijak melihat persoalan ini. Dari proses hukum ini, kata dia, dibutuhkan petugas hukum yang berfikir bijak pula. Dirinya yakin dalam hal ini Polresta Bekasi dapat berfikir bijak.
“Kalau berfikir formal, kita akui salah. Tapi buat orang yang berfikir bijak, siapa pun tidak akan bilang kita salah,” tegasnya."(idin)